Terlihat Nyata, Dampak Terhadap Rantai Pasok Dunia dari Perang Israel dan Iran

25 Jun

Terlihat Nyata, Dampak Terhadap Rantai Pasok Dunia dari Perang Israel dan Iran

25 June 2025

Ketidakpastian akibat konflik berkepanjangan antara Iran dan Israel terus membayangi situasi geopolitik dunia. Dampaknya mulai terasa pada ekonomi global, terutama di sektor logistik internasional dan energi.

Lonjakan harga minyak dan terganggunya rantai pasok barang dan jasa menjadi perhatian utama. Aktivitas ekspor-impor kini menghadapi hambatan dari sisi waktu pengiriman, sekaligus memicu penurunan permintaan dari berbagai negara.  

iran vs israel

Baca juga: Panduan Lengkap Cara Impor Barang dari Luar Negeri: Mudah, Legal, dan Anti Ribet

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat turut terlibat langsung, dengan melancarkan serangan terhadap tiga situs nuklir milik Iran.

Menteri Keuangan Sri Mulyani, dalam konferensi pers pekan lalu, mengungkapkan bahwa Indonesia tak luput dari dampak konflik tersebut. Ia menyoroti disrupsi suplai global sebagai risiko nyata terhadap perekonomian nasional.

"Jika Selat Hormuz sampai ditutup, dampaknya akan signifikan terhadap harga energi dunia," ujarnya. Ia menambahkan, pada hari pertama eskalasi (15 Juni 2025), harga minyak mentah Brent tercatat melonjak hampir 9%.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur utama distribusi minyak dan gas dari Timur Tengah. Blokade terhadap jalur ini berpotensi mengguncang pasokan energi global dan memicu lonjakan harga lebih lanjut.

Di sisi lain, kondisi ini juga berimbas pada suku bunga, sektor riil, kredit usaha, hingga daya beli masyarakat. Ketidakpastian membuat pelaku usaha dan konsumen cenderung menahan diri. 

Baca juga: Mengoptimalkan Potensi Ekspor Impor Batam untuk Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Mengutip laporan News Sky, kapal dagang dari berbagai negara kini terpaksa memutar jalur pelayaran melalui Afrika untuk menghindari konflik. Imbasnya, waktu pengiriman bertambah sekitar 1–2 minggu, dan ini berpotensi memicu kenaikan harga barang di pasar global.

Selain logistik laut, penerbangan internasional pun ikut terganggu. Beberapa maskapai menghindari wilayah udara Timur Tengah demi menjaga keselamatan penerbangan.

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva, menyebutkan bahwa tren perlambatan pertumbuhan ekonomi global sudah terlihat sejak kuartal pertama dan kedua tahun 2025. 

Baca juga: Sulit Mengirim Shipment Dangerous Goods? Pentingnya Material Safety Data Sheet (MSDS) dalam Penanganan Bahan Kimia

Keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik juga menambah ketegangan. Para investor kini bersikap lebih hati-hati dan cenderung menunda investasi.

"Kondisi yang tidak menentu membuat investor menunda investasi dan konsumen menahan pengeluaran. Hal ini pada akhirnya menekan prospek pertumbuhan ekonomi," ujarnya. 

Pada Selasa, 24 Juni 2025, eskalasi konflik Iran dan Israel dalam status gencatan senjata, dan saling klaim perang narasi kemenangan. Diharapkan kedua negara dapat menyelesaikan perselisihan, sehingga mobilitas perdagangan internasional dapat terkendali dengan baik dan kembali normal. 

sumber: 

Bukan Cuma Minyak, IMF Wanti-Wanti Dampak Serangan Amerika ke Iran Bisa Bikin Ekonomi Dunia Ambruk 

Daftar Potensi Dampak Ekonomi Imbas Perang Iran-Israel  

Gencatan Senjata, Israel dan Iran Saling Klaim Kemenangan

Chat on WhatsApp