Panduan Lengkap Cara Impor Barang dari Luar Negeri: Mudah, Legal, dan Anti Ribet

11 Jun

Panduan Lengkap Cara Impor Barang dari Luar Negeri: Mudah, Legal, dan Anti Ribet

11 June 2025

Kegiatan Impor barang bukan hanya sekedar urusan bisnis, melainkan juga berguna dalam mempererat hubungan kerja sama antar negara. Tentu saja masing-masing negara punya aturan proses dan cara impor barang yang harus masing-masing warga negara taati, tak terkecuali indonesia.

Jika anda berencana mengimpor barang untuk pertama kali, ada baiknya memahami langkah-langkah prosedur impor berikut ini. Bersumber dari website resi Portal Informasi Indonesia, simak artikel selengkapnya dibawah ini.

Import

Baca juga: Mengoptimalkan Potensi Ekspor Impor Batam untuk Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

1. Tentukan Harga dan Sistem Perdagangan

Hal pertama dan paling penting yang harus Anda sepakati dengan pemasok (Supplier) luar negeri adalah dasar harga barang yang Anda bayar.  Kegiatan impor, ada istilah seperti FOB, CFR, CIF, DDP, dan FAS yang menentukan kesepakatan, kapan tanggung jawab dan kewajiban biaya yang diberikan pemasok berakhir.

Contohnya:

- FOB (Free on Board): Pemasok hanya bertanggung jawab sampai barang diangkut dan dimuat  ke kapal. Biaya kirim, asuransi, dan lainnya dibayarkan setelah kapal sampai dengan  perjanjian yang telah disepakati.

- CFR (Cost and Freight): pemasok menyerahkan barang setelah melewati batas pagar kapal di pelabuhan dalam keadaan mendapatkan izin ekspor . Artinya penjual memberikan tanggung jawab begitu barang sudah dimuat di atas kapal. 

- CIF (Cost, Insurance and Freight): Sama seperti CFR, tetapi mewajibkan penjual membayar  asuransi, sebelum kapal berangkat di pelabuhan muat. 

- DDP (Delivered Duty Paid): Pemasok tanggung semua biaya hingga barang sampai ke tempat tujuan yang ditentukan, dengan kondisi seluruh formalitas kepabeanan telah diselesaikan oleh pemasok. Hal lain, penjual juga harus memahami hukum dan izin impor.

- FAS (Free Alongside Ship): Pemasok tanggung biaya sampai barang ada di samping kapal di pelabuhan muat.

Memahami istilah ini penting agar Anda tahu siapa yang menanggung biaya dan risiko di setiap tahap pengiriman, dengan kondisi sudah mendapatkan izin ekspor.  

2. Menentukan Cara dan Biaya Pengiriman

Setelah mengetahui harga dan term perdagangan penyerahan dari supplier (pemasok) luar negeri. Anda perlu menghitung biaya tambahan agar barang sampai ke alamat Anda.

Untuk itu, forwarder butuh data akurat seperti term perdagangan, berat, dan ukuran barang. Pemasok harus memberikan info ini.

Jika menggunakan Ex Works (barang diambil dari lokasi pemasok), Anda wajib beritahu  alamat lengkap dan kondisi lokasi penjemputan kepada forwarder. Bahkan secara detail sulit dan mudah penjemputan/pengambilan barang di lokasi. 

Baca juga: Sulit Mengirim Shipment Dangerous Goods? Pentingnya Material Safety Data Sheet (MSDS) dalam Penanganan Bahan Kimia

3. Menggunakan Freight Forwarder

Saat mengimpor barang, penting memilih freight forwarder yang berpengalaman untuk membantu proses pengiriman, dokumen, dan urusan bea cukai.

Freight Forwarder seperti Hyper Mega Shipping mengurus seluruh kebutuhan logistik, mulai dari negosiasi tarif, asuransi, hingga pengiriman ke alamat Anda. Yang terpenting, mereka memastikan barang sampai tepat waktu dan hemat biaya.

4. Memilih Cara Pengiriman yang Paling Menguntungkan

Agar biaya pengiriman lebih hemat, Anda perlu memilih metode pengiriman yang paling sesuai.

Tiga pilihan metode pengiriman:

- Laut (Ocean Freight): Direkomendasikan untuk barang besar, dalam jumlah banyak, atau tidak perlu cepat sampai.

- Udara (Air Freight): Direkomendasikan untuk barang kecil atau yang dibutuhkan segera.

- Darat (Truk/Kereta): Biasanya dikombinasikan dengan laut atau udara, untuk distribusi antarkota.

5. Asuransikan Barang Anda

Sebaiknya Anda mengasuransikan barang impor dari luar negeri. Dalam ekspor impor, penting bagi kedua pihak untuk memahami tanggung jawab masing-masing, pemasok di luar negeri sering menganggap tanggung jawab mereka selesai setelah barang dikirim, sementara Anda bisa menanggung risiko sebelum barang tiba.

Asuransi kargo melindungi barang selama pengiriman laut dari risiko seperti kebakaran, ledakan, tenggelam, cuaca buruk, dan kerusakan lainnya yang tercantum dalam perjanjian atau kontrak penjualan atau Letter of Credit. 

6. Pahami Peraturan Kepabeanan

Sebelum mengimpor, pastikan barang yang Anda beli tidak termasuk yang dibatasi atau dilarang masuk ke Indonesia. Beberapa barang mungkin memerlukan dokumen khusus atau penanganan tertentu dari negara asal. Untuk memastikannya, Anda bisa konsultasi dengan Bea Cukai atau freight forwarder terpercaya.  
  
 7. Menentukan Cara Pembayaran  

Setelah anda mendapatkan konfirmasi harga, jenis term perdagangan dari supplier (pemasok), dan total biaya pengiriman hingga barang tiba di Alamat Anda (termasuk bea masuk dan pajak), barulah Anda melakukan pembayaran ke supplier luar negeri. Pembayaran ini bisa dilakukan dengan beberapa metode yang tersedia seperti: Transfer Bank, Kartu Kredit, Wesel Inkaso, Letter of Credit (L/C), Open Account.  

8. Mengatur Pengiriman Barang

Setelah melakukan pembayaran, segera atur pengiriman. Jika harga barang belum termasuk ongkos kirim, Anda perlu menghubungi freight forwarder dengan memberikan detail pemasok (Alamat, kontak, invoice, packing list, dll). Forwarder akan berkoordinasi dengan mitra mereka di luar negeri untuk menjemput dan mengirimkan barang. 

9. Melengkapi Dokumen

Setelah barang dikirim, Anda akan diberikan dokumen penting untuk keperluan bea cukai dan pengiriman, antara lain: Commercial Invoice, Bill of Lading (B/L) atau Airway Bill (AWB), Certificate of Origin (COO). Dokumen-dokumen ini wajib disiapkan dan biasanya dikirim oleh pemasok atau forwarder. 

10. Mengurus Perizinan Impor

Sebelum barang tiba di Indonesia, Anda harus mengurus izin impor dan perhitungan bea masuk. Bisa dilakukan sendiri atau lewat jasa forwarder. Jika menggunakan layanan door to door, proses ini biasanya ditangani oleh pihak forwarder. 

Baca juga: Tren Indeks Keyakinan Konsumen Memiliki Pengaruh Terhadap Ekspor dan Impor Di Indonesia

11. Membayar Bea Masuk dan Pajak

Semua barang impor wajib melewati pemeriksaan Bea Cukai dan dikenakan bea masuk, PPh 22, PPN, dan pajak lainnya.

12. Mengeluarkan Barang dari Kawasan Pabean

Setelah semua urusan bea selesai, segera angkut barang dari Pelabuhan ke Alamat tujuan.

13. Menerima Barang & Klaim Asuransi

Saat barang tiba, segera periksa jumlah dan kondisi fisik. Jika ada kerusakan atau kekurangan, catat dengan jelas, dokumentasikan (foto/dokumen), dan laporkan ke forwarder serta perusahaan asuransi. Jangan membuang kemasan atau barang rusak sebelum di cek pihak asuransi.

Impor Barang Lebih Mudah dengan HMS

Hyper Mega  Shipping hadir sebagai solusi logistik terpercaya untuk kebutuhan impor dan ekspor Anda. Dengan pengalaman bertahun-tahun skala internasional, HMS menyediakan layanan logistik lengkap dan profesional. Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan penawaran khusus! 

Sumber:  

Cara Impor Barang dari Luar Negeri

Chat on WhatsApp