Serba Serbi Imlek!  9 Pantangan Imlek yang Dipercaya Mempengaruhi Keberuntungan, Apa Saja?

10 Feb

Serba Serbi Imlek! 9 Pantangan Imlek yang Dipercaya Mempengaruhi Keberuntungan, Apa Saja?

10 February 2026

Tahun Baru Imlek bukan hanya momen perayaan, tetapi juga simbol awal yang baru. Dalam budaya Tionghoa, apa yang dilakukan di awal tahun dipercaya dapat memengaruhi keberuntungan, kesehatan, hingga rezeki sepanjang tahun. Karena itulah, terdapat sejumlah pantangan yang masih dijaga dan dipercaya hingga kini.

Pantangan ini bukan semata soal larangan, melainkan bagian dari nilai budaya yang mengajarkan kehati-hatian, harapan baik, dan penghormatan terhadap tradisi. Berikut 9 pantangan Imlek yang paling dikenal dan dipercaya bisa memengaruhi keberuntungan

Baca juga: 6 Fakta Unik Kota Semarang yang Perlu Diketahui

1. Menyapu dan Membuang Sampah di Hari Pertama

Menyapu rumah atau membuang sampah pada hari pertama Imlek dipercaya sebagai simbol membuang rezeki dan keberuntungan yang baru datang. Karena itu, banyak keluarga memilih membersihkan rumah beberapa hari sebelum Imlek agar rumah tetap rapi tanpa harus menyapu di hari pertama.

2. Keramas dan Potong Rambut

Dalam bahasa Mandarin, kata “rambut” memiliki pelafalan yang sama dengan kata “rezeki”. Keramas atau memotong rambut di hari Imlek dianggap sebagai tindakan menghilangkan keberuntungan di awal tahun. Tak heran jika banyak orang memilih potong rambut sebelum Imlek sebagai simbol kesiapan menyambut tahun baru.

3. Menghindari Ucapan Bernada Negatif

Imlek identik dengan doa dan harapan baik. Oleh karena itu, kata-kata yang berkaitan dengan kematian, penyakit, kemiskinan, atau kesialan sebaiknya dihindari. Menjaga ucapan dipercaya membantu menciptakan energi positif sepanjang perayaan.

4. Minum Obat di Hari Pertama Imlek

Meminum obat pada hari pertama Imlek diyakini sebagai pertanda kesehatan yang kurang baik sepanjang tahun. Kepercayaan ini melambangkan harapan agar tahun baru dijalani dengan tubuh yang sehat dan kuat.

5. Memecahkan Barang di Rumah

Piring, gelas, atau benda lain yang pecah dianggap melambangkan ketidakutuhan dan pertanda buruk. Jika terjadi secara tidak sengaja, biasanya orang akan segera mengucapkan doa keselamatan sebagai penangkal makna negatifnya.

6. Meminjam atau Meminjamkan Uang

Urusan utang-piutang di hari Imlek sebaiknya dihindari. Meminjamkan atau menagih utang dipercaya dapat memengaruhi kelancaran keuangan sepanjang tahun. Oleh karena itu, banyak orang berusaha menyelesaikan urusan finansial sebelum Imlek tiba.

7. Memberi Angpao dengan Nominal Tertentu

Angpao menjadi simbol berbagi keberuntungan. Nominal genap lebih disukai karena melambangkan rezeki berlipat, sementara angka tertentu seperti angka empat dihindari karena memiliki makna kurang baik dalam budaya Tionghoa.

8. Mengenakan Pakaian Hitam atau Putih

Hitam dan putih identik dengan suasana duka. Saat Imlek, warna-warna cerah seperti merah dan emas lebih dipilih karena melambangkan kebahagiaan, keberuntungan, dan kemakmuran.

9. Membiarkan Anak Menangis

Suasana Imlek diharapkan penuh keceriaan. Tangisan anak dipercaya membawa energi negatif, sehingga orang tua biasanya berusaha menjaga suasana tetap hangat dan menyenangkan selama perayaan.

Hal-hal diatas, menjadi bagian dari Tahun Baru Imlek yang sarat makna dan nilai simbolis. Di balik setiap larangan, tersimpan harapan akan kehidupan yang lebih baik mulai dari kesehatan, keharmonisan keluarga, hingga kelancaran rezeki di tahun yang baru. Meski tidak semua pantangan harus dimaknai secara harfiah, tradisi ini mengajarkan pentingnya memulai tahun dengan niat baik, sikap positif, dan rasa saling menghormati. Inilah yang membuat Imlek bukan sekadar perayaan, melainkan momen penuh makna yang terus hidup dan relevan dari generasi ke generasi.

sumber:

https://www.chinahighlights.com/travelguide/festivals/chinese-new-year-taboos.htm 

Chat on WhatsApp