Kamus Ekspor - Impor, 40+ Istilah dan Singkatan yang Wajib Diketahui.

06 Apr

Kamus Ekspor - Impor, 40+ Istilah dan Singkatan yang Wajib Diketahui.

06 April 2026

Dalam dunia ekspor impor, ada banyak istilah teknis yang digunakan dalam dokumen, proses pengiriman, hingga komunikasi antar pelaku logistik. Bagi yang baru terjun ke bidang ini, istilah-istilah tersebut sering terasa membingungkan. Padahal, jika dipahami secara bertahap, artinya cukup sederhana dan mudah diingat.

Untuk membantu mempermudah pemahaman, berikut 50 istilah ekspor impor yang paling sering digunakan dalam kegiatan perdagangan internasional. 

Baca juga: Mengenal Incoterms 2020: Aturan Penting Dalam Ekspor–Impor

eksporimpor


 

Dokumen Dasar Perdagangan

1. Commercial Invoice: Dokumen yang berisi rincian harga barang per item dan total nilainya. Biasanya menjadi satu paket dengan Packing List dan Bill of Lading.

2. Proforma Invoice: Invoice sementara yang dikirim sebelum Commercial Invoice resmi diterbitkan.

3. Sales Contract: Kontrak jual beli antara eksportir dan importir. Berisi kesepakatan harga, jumlah, kualitas barang, dan syarat pengiriman.

4. Packing List: Daftar isi kemasan barang. Menjelaskan jumlah, jenis kemasan, berat, ukuran, dan detail barang dalam pengiriman.

5. Terms of Trade: Syarat penyerahan barang dalam perdagangan, seperti FOB, CIF, dan lainnya.

6. Payment Terms: Kesepakatan cara pembayaran, misalnya transfer bank, TT, PayPal, atau Letter of Credit.

Perizinan dan Identitas Kepabeanan

7. Undername: Layanan peminjaman lisensi perusahaan lain agar proses ekspor impor bisa berjalan.

8. API (Angka Pengenal Importir): Nomor identitas resmi importir. Terdiri dari beberapa jenis sesuai kebutuhan usaha.

9. SRP (Surat Registrasi Pabean): Nomor registrasi dari bea cukai sebagai identitas resmi importir.

10. DJBC: Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, instansi pemerintah yang mengurus kepabeanan.

11. NIK (Nomor Identitas Kepabeanan): Nomor identitas yang digunakan dalam sistem kepabeanan.

12. PNBP: Penerimaan negara yang bukan berasal dari pajak. 

Baca juga: Tugas dan Layanan Freight Forwarder: Panduan Lengkap Ekspor Impor

Pihak dalam Pengiriman

13. Shipper: Pihak pengirim atau eksportir.

14. Consignee: Pihak penerima barang atau importir.

15. Notify Party: Pihak ketiga yang diberi informasi tentang kedatangan barang.

Perusahaan dan Layanan Logistik

16. EMKL: Perusahaan yang mengurus pengiriman barang lewat laut.

17. EMKU: Perusahaan yang mengurus pengiriman barang lewat udara.

18. Forwarder Company: Perusahaan yang mengatur proses pengiriman barang, mulai dari dokumen, kontainer, hingga pengapalan.

Dokumen dan Proses Kepabeanan

19. LHP: Laporan hasil pemeriksaan fisik barang oleh petugas.

20. Phytosanitary Certificate: Sertifikat karantina yang menyatakan barang bebas hama dan aman dikirim.

21. OB (Over Brengen): Pemindahan paksa barang impor karena proses kepabeanan terlambat.

Informasi Pengiriman

22. Vessel: Kapal pengangkut barang. 

23. Voyage (Voy.): Nomor perjalanan kapal.

24. Shipping Marks & Numbers: Tanda atau kode pada kemasan barang.

25. Description of Goods: Deskripsi barang yang harus sesuai dengan dokumen pengiriman.

26. Gross Weight (GW): Berat barang termasuk kemasan.

27. Net Weight (NW): Berat bersih barang tanpa kemasan.

28. Shipping Schedule
Jadwal keberangkatan kapal atau pesawat. 
 

Baca juga: Apa Itu HS Code: Cara Mengetahui HS Code

Fasilitas dan Lokasi Penumpukan

29. Warehouse
Gudang tempat penyimpanan barang.

30. UTPK
Tempat penumpukan peti kemas di pelabuhan.

31. Depo
Tempat penyimpanan kontainer kosong.

32. Delivery Order (DO)
Surat untuk mengambil kontainer atau barang dari gudang atau pelabuhan.

Proses Muat dan Bongkar

33. Stuffing/Loading
Proses memasukkan barang ke dalam kontainer (ekspor).

34. Unstuffing/Unloading
Proses mengeluarkan barang dari kontainer (impor).

Jenis Kapal

35. Feeder Vessel
Kapal pengangkut dari pelabuhan awal ke pelabuhan transit.

36. Mother Vessel
Kapal besar yang membawa muatan dari pelabuhan transit ke tujuan akhir.

Waktu Operasional

37. Open Stack (O/S)
Waktu mulai kontainer boleh masuk ke pelabuhan atau gudang.

38. Closing Time (C/T)
Batas waktu terakhir kontainer bisa masuk.

39. Dwelling Time
Lama waktu kontainer berada di pelabuhan.

Jadwal Pengiriman

40. ETD (Estimated Time of Departure)
Perkiraan waktu keberangkatan kapal atau pesawat.

41. ETA (Estimated Time of Arrival)
Perkiraan waktu kedatangan kapal atau pesawat.

Sistem Pengiriman

42. LCL (Less than Container Load)
Pengiriman barang dalam satu kontainer yang berisi barang dari beberapa pengirim.

43. FCL (Full Container Load)
Pengiriman satu kontainer penuh untuk satu pengirim.

44. Consolidation
Proses penggabungan beberapa kiriman menjadi satu kontainer untuk menekan biaya.

Perhitungan Berat dan Volume

45. Volumetric
Perhitungan berat berdasarkan ukuran barang. Digunakan jika barang ringan tetapi memakan banyak ruang.

Jalur Pemeriksaan Bea Cukai

46. SPJM
Surat pemberitahuan jalur merah (pemeriksaan ketat).

47. SPJK
Surat pemberitahuan jalur kuning (pemeriksaan dokumen).

48. SPJH
Surat pemberitahuan jalur hijau (tanpa pemeriksaan).

49. SSPCP
Bukti pembayaran bea masuk, cukai, dan pajak.

Istilah Pengiriman Khusus

50. Part of Shipment
Satu kontainer berisi barang dari beberapa pengirim, tetapi ditujukan ke satu penerima. 

Itulah 50 istilah dasar yang sering muncul dalam proses ekspor impor. Memahami istilah-istilah ini akan membantu pelaku usaha berkomunikasi lebih jelas, menghindari kesalahan dokumen, serta memperlancar proses pengiriman.

Di bagian selanjutnya, kita akan melanjutkan pembahasan istilah ekspor impor lainnya yang juga penting untuk diketahui.

Sumber: https://misterexportir.com/100-istilah-dalam-export-import/ 

Chat on WhatsApp