Kinerja Impor Turun 2,6%, Ekspor Indonesia Tumbuh 16,4% Terbesar AS dan China

14 May

Kinerja Impor Turun 2,6%, Ekspor Indonesia Tumbuh 16,4% Terbesar AS dan China

14 May 2024

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data, kinerja impor Indonesia mengalami penurunan. Kinerja impor pada Maret 2024 tercatat sebesar US$17,96 miliar atau turun 2,60% month
on month (MoM) atau dibandingkan Februari 2024 yang nilainya mencapai US$18,44 miliar.

Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, kinerja impor ini berasal dari impor minyak dan gas (migas) yang nilainya mencapai US$2,98 miliar atau naik 11,64% MoM. Menurut catatan BPS, kinerja penurunan nilai impor berasal dari non migas mencapai US$14,63 miliar, atau turun 5,34% MoM.

Nilai impor migas turun 16,72% year on year atau jika dibandingkan dengan Maret 2024. Turunnya impor non migas ini didorong oleh beberapa penurunan beberapa komoditas terutama mekanis dan bagiannya (HS 84), plastik dan tidak plastik (HS 39), serta kendaraan dan bagiannya (HS 87).

Adapun tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Maret 2024 adalah Tiongkok US$16,44 miliar (35,83 persen), Jepang US$3,30 miliar (7,19 persen), dan Thailand US$2,70 miliar (5,88 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$8,30 miliar (18,09 persen) dan Uni Eropa US$2,79 miliar (6,08 persen).

Golongan penggunaan barang, nilai impor Januari–Maret 2024 dengan periode yang sama tahun sebelumnya terjadi penurunan pada golongan bahan baku/ penolong US$821,0 juta (2,01 persen). Sementara golongan barang konsumsi dan barang modal naik US$760,4 juta (16,11 persen) dan US$6,2 juta (0,07 persen). 

Ekspor Mengalami Kenaikan 16,4% 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Maret 2024 mencapai US$ 22,43 miliar. Angka ini naik 16,40 persen dibanding ekspor Februari 2024.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan, kinerja non migas pada Maret 2024 secara bulanan terbilang baik karena memperoleh pertumbuhan positif pada seluruh sektor.

Zulkifli mengatakan pasar Tiongkok, Amerika Serikat dan India menjadi negara pasar utama non migas ekspor Indonesia. “Peningkatan harga beberapa komoditas andalan Indonesia di pasar Internasional. emas, minyak, kelapa sawit, batu bara, kakao turut mendongkrak ekspor non migas.”

Ada beberapa faktor yang membuat ekspor Indonesia meningkat diantaranya, pertama peningkatan harga komoditas di pasar internasional. Kedua, harga energi lebih tinggi didorong kenaikan harga batu bara. Ketiga, sejumlah golongan komoditas non migas meningkat berkontribusi 64,21% terhadap total nilai ekspor seperti bahan bakar mineral, besi dan baja. 

Namun, juga terjadi penurunan ekspor nonmigas Indonesia ke sejumlah negara. Penurunan ini terjadi untuk ekspor ke Spanyol (40,31 persen), Jerman (26,96 persen), dan Thailand (0,05 persen).

Di tingkat kawasan, peningkatan ekspor nonmigas Indonesia (MoM) terjadi si Asia Tengah (144,63 persen), Karibia (119,42 persen), Afrika Barat (56,82 persen), Eropa Timur (47,53 persen), dan Eropa Barat (40,13 persen).

Sementara itu total nilai ekspor sepanjang periode Januari - Maret 2024 mencapai USD 62,20 miliar atau turun sebesar 7,25 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Penurunan ekspor tersebut akibat melemahnya ekspor nonmigas sebesar 7,53 persen dan migas yang turun 2,81 persen (YoY) sejalan dengan lemahnya permintaan dari negara mitra dagang. 

sumber: https://www.antaranews.com/infografik/4073181/ekspor-maret-2024-meningkat 

File Download: Download (7 Download)