Kemenperin Menyelesaikan Regulasi Pendukung Lartas Impor, Untuk Menjaga Ketahanan Industri Nasional

08 May

Kemenperin Menyelesaikan Regulasi Pendukung Lartas Impor, Untuk Menjaga Ketahanan Industri Nasional

08 May 2024

Upaya pemerintah menjaga ketahanan industri nasional, Kementerian Perindustrian mengumumkan telah menyelesaikan regulasi pendukung terkait larangan dan pembatasan (Lartas) impor, seperti yang diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 36/2023 No. 3/2024.

Penyelesaian regulasi yang telah diatur, artinya telah siap dan tidak akan mengubah aturan Lartas. Diharapkan regulasi pendukung ini mampu meningkatkan utilisasi industri sekaligus memperkuat posisi devisa mata uang rupiah yang sedang tertekan.

Regulasi ini diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) yang mengatur prosedur penerbitan pertimbangan teknis (pertek) untuk komoditas-komoditas industri tertentu yang diatur,
Adapun beberapa komoditas seperti pakaian jadi, alas kaki, besi/baja, obat tradisional dan suplemen kesehatan, kosmetik, dan elektronik. Sementara itu, regulasi untuk komoditas ban masih dalam proses pengundangan dalam Berita Negara. 

Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arif, menjelaskan bahwa proses permintaan impor untuk sejumlah produk tersebut telah dilakukan melalui portal Indonesia National Single Window (INSW). Dia menegaskan bahwa setiap peraturan memerlukan waktu yang berbeda-beda tergantung pada kompleksitas produknya. Produk impor yang membutuhkan pertek sebagian merupakan produk akhir industri, sementara impor bahan baku industri akan melalui proses penerbitan yang cepat, dengan batas waktu maksimal 5 hari kerja, agar tidak mengganggu kebutuhan produksi industri.

Febri juga menekankan bahwa sistem pertek Kementerian Perindustrian telah siap dan tidak akan mengubah aturan larangan dan pembatasan (Lartas) Permendag No. 3/2024. Regulasi ini diharapkan dapat meningkatkan penggunaan industri nasional dan memperkuat posisi devisa mata uang rupiah.

Sebelum adanya landasan hukum, pengajuan pertek dari industri belum dapat diproses, maka dengan adanya peraturan baru, permintaan sudah mengalir dari kemenperin ke portal INSW dan Kementerian perdagangan untuk proses penerbitan izin impor (PI).

Dia juga mengingatkan bahwa perusahaan yang mengajukan pertek harus mengunggah dokumen yang diminta sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kementerian Perindustrian berusaha untuk melayani seluruh pihak yang membutuhkan pertek dengan mengacu pada kebutuhan pasokan dan permintaan nasional. Pemerintah membatasi produk impor yang sudah diproduksi secara nasional, tetapi masih memperbolehkan impor untuk memenuhi kekurangan pemenuhan kebutuhan konsumen, dengan aturan yang mengatur volumenya agar sektor industri dapat berkontribusi lebih besar terhadap
ekonomi nasional. 


sumber: 
https://ekonomi.bisnis.com/read/20240422/257/1759213/sistem-pertek-kemenperin-sudah-berjalan-siap-dukung-lartas-impor 

File Download: Download (11 Download)