18 Jun
Penerapan Artificial Intelligence (AI) Guna Meningkatkan Kinerja dalam Bidang Logistik di Masa Mendatang
Pada 2023 Ekonomi Indonesia menunjukkan perkembangan yang signifikan dengan pertumbuhan sebesar 5,05 persen (c-to-c) atau Consumer to Consumer.
Pertumbuhan tertinggi tercatat pada lapangan usaha transportasi dan pergudangan yang mengalami lonjakan sebesar 13,96 persen. Dalam detailnya, sektor transportasi, termasuk transportasi penumpang, tumbuh sebesar 13,03 persen, sementara sektor pergudangan mencatat pertumbuhan sebesar 17,91 persen.
Founder & CEO Supply Chain Indonesia (SCI), Setijadi, menyatakan meskipun mengalami pertumbuhan, namun gangguan dalam rantai pasok masih terus terjadi dan berdampak pada kinerja logistik. “Gangguan terjadi karena ketidakpastian dalam rantai pasok yang berasal dari sisi pasokan, permintaan, operasional, maupun lingkungan, termasuk berbagai konflik geopolitik yang terjadi saat ini,” ujarnya pada Senin (20/5/2024).
Menurut Setijadi, penerapan Artificial Intelligence (AI) secara umum dapat meningkatkan respon terhadap gangguan pasar, meningkatkan akurasi peramalan permintaan, meningkatkan kinerja rantai pasok, dan mengurangi biaya operasional. “Dalam transportasi, penerapan AI berpotensi meningkatkan optimalisasi rute dan ketepatan waktu pengiriman. Sedangkan dalam pergudangan, AI dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi persediaan,” tambahnya. 
Sementara itu, Direktur Google Cloud Indonesia, Fanly Tanto, menyoroti bahwa rantai pasok kini berkembang menjadi lebih kompleks, otomatis, dan berbasis data. “Organisasi logistik ditantang untuk meningkatkan ketahanan dan efisiensi sekaligus mentransformasikan operasi digital,” katanya.
Fanly menyebutkan beberapa kunci penting dalam melakukan perubahan ini, termasuk rantai pasok berbasis data untuk meningkatkan visibilitas, fleksibilitas, dan inovasi. Aspek-aspek terkait antara lain shaping demand, targeting untapped markets, perfect fulfillment, dan positioning inventory.
Google telah mempelopori kemajuan AI selama satu dekade, tengah mengembangkan Teknologi AI Generatif yang mengubah cara berinteraksi dengan teknologi. “Selain digunakan untuk membantu pengembangan bisnis di Indonesia, teknologi yang dikembangkan Google juga memperkuat perusahaan-perusahaan logistik secara global,” ujar Fanly. 
Dalam menghadapi tantangan ini, integrasi teknologi AI dalam rantai pasok diharapkan mampu memberikan solusi yang efektif dan efisien, menjawab ketidakpastian yang ada, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia.
sumber:
https://www.logistiknews.id/2024/05/20/penggunaan-ai-untuk-kerek-kinerja-logistik-mungkinkah/
