10 Mar
Menetapkan Tiga Pilar, HMS Berfokus pada Ekspansi Internasional dan Transformasi Teknologi pada tahun 2026
TrenBisnis.co, Jakarta — Perusahaan logistik Hyper Mega Shipping (HMS) menetapkan ekspansi internasional dan transformasi teknologi sebagai fokus strategis pada tahun 2026. Komitmen tersebut diumumkan dalam agenda buka puasa bersama manajemen, mitra bisnis, dan karyawan di Jakarta, Selasa (3/4/2026).
Dalam kesempatan ini, CEO HMS Reef Man menekankan bahwa 2026 adalah momentum krusial untuk menyatukan arah dan langkah perusahaan di tengah dinamika perdagangan global dan perubahan kebijakan tarif internasional.
"Penyelarasan arah adalah hal terpenting agar kita dapat melangkah lebih fokus dan konsisten dalam menghadapi perubahan pasar," katanya dalam keterangan resmi.
Sebagai bagian dari strategi 2026, HMS menetapkan tiga pilar utama.

Pertama, ekspansi internasional ke Vietnam
HMS akan membuka cabang baru di Vietnam untuk memperluas jangkauan operasional dan memperkuat konektivitas logistik di Asia Tenggara. Langkah ini diharapkan dapat menambah titik layanan dan memberikan akses yang lebih stabil bagi pelanggan regional.
Manajer HMS Group Bima Swastika mengatakan ekspansi ini didasarkan pada prospek jangka panjang hubungan ekonomi Indonesia-Vietnam yang semakin strategis.
"Vietnam saat ini menjadi salah satu pusat pertumbuhan manufaktur di kawasan. Banyak investor global yang membangun fasilitas produksi di negara tersebut," kata Bima.
Baca juga: Optimis Raih Target 2026, Hyper Mega Shipping Fokus Ekspansi Internasional dan Teknologi
Menurutnya, HMS ingin membangun kolaborasi strategis dengan Vietnam, termasuk mendorong hubungan dagang yang lebih seimbang antara kedua negara, khususnya dalam rantai pasokan bahan baku.
"HMS menginginkan adanya hubungan ekonomi yang resiprokal. Nilai ekspor dan impor Vietnam sangat besar. Kami melihat ada peluang bahan baku untuk sejumlah pabrik di Vietnam bisa berasal dari Indonesia," ujarnya.
Selain itu, HMS juga membidik pengembangan pangsa pasar Amerika Serikat melalui Vietnam, mengingat volume ekspor negara tersebut yang besar ke pasar AS.
Kedua, penguatan spesialisasi layanan
HMS akan memperkuat keunggulan kompetitifnya di sektor Logistik Proyek, Angkutan Udara, dan konsolidasi Ekspor LCL. Fokus ini diarahkan untuk menciptakan konektivitas global yang lebih cepat dan terintegrasi.
Ketiga, investasi pada teknologi dan kecerdasan buatan (AI)
Tim IT HMS mulai mengintegrasikan teknologi AI dalam proses modernisasi sistem logistik perusahaan. Inisiatif ini bertujuan untuk menghadirkan layanan yang lebih cerdas, transparan, dan efisien bagi pelanggan.
Melalui inisiatif ini, manajemen optimis bahwa strategi tersebut akan mampu membantu perusahaan beradaptasi dengan tantangan geopolitik dan hambatan perdagangan global. "Mari jadikan 2026 sebagai tahun pertumbuhan yang gemilang dengan semangat 1 Tim, 1 Tujuan, 1 Misi," tutup Reef Man.
