Is FOMO Actually Good or Bad? Understanding Fear of Missing Out and How to Deal with It Wisely.

09 Jan

Is FOMO Actually Good or Bad? Understanding Fear of Missing Out and How to Deal with It Wisely.

09 January 2026

Akhir-akhir ini, istilah FOMO atau Fear of Missing Out semakin sering terdengar. Mulai dari obrolan santai, unggahan media sosial, hingga pembahasan di d unia kerja, FOMO kerap dianggap sebagai penyebab rasa cemas, tidak tenang, dan perasaan tertinggal dari orang lain. Namun, benarkah FOMO selalu berdampak buruk? 

Secara sederhana, FOMO adalah perasaan takut ketinggalan informasi, pengalaman, atau pencapaian yang sedang dialami orang lain. Perasaan ini umumnya muncul ketika kita melihat aktivitas, kesuksesan, atau kehidupan orang lain yang tampak lebih menarik dibandingkan dengan apa yang sedang kita jalani. 

Pada dasarnya, FOMO adalah reaksi yang manusiawi. Ia muncul dari keinginan untuk terhubung, berkembang, dan tidak tertinggal dari lingkungan sekitar. Namun, seperti banyak hal lainnya, FOMO memiliki dua sisi: bisa menjadi pendorong yang positif, tetapi juga bisa berubah menjadi tekanan jika tidak dikelola dengan baik. 

fomo

Sisi Baik FOMO: Ketika Rasa Takut Justru Mendorong Kita Maju

Dalam porsi yang sehat, FOMO dapat menjadi sinyal bahwa kita ingin berkembang. Melihat orang lain belajar hal baru, mencapai target tertentu, atau mengambil peluang baru bisa memotivasi kita untuk melakukan hal yang sama.

FOMO dapat mendorong seseorang untuk:

  • Lebih terbuka terhadap pembelajaran dan peningkatan keterampilan
  • Menyadari peluang yang sebelumnya terlewat
  • Keluar dari zona nyaman dan mencoba hal baru
  • Lebih peka terhadap perkembangan di sekitar, termasuk di dunia kerja

Dengan kata lain, FOMO bisa menjadi alarm yang mengingatkan bahwa kita juga memiliki potensi untuk berkembang, selama disikapi dengan kesadaran dan tujuan yang jelas.

Sisi Buruk FOMO: Saat Perbandingan Mulai Melelahkan

Masalah muncul ketika FOMO berubah menjadi kebiasaan membandingkan diri secara terus-menerus. Di sinilah FOMO mulai berdampak negatif, terutama bagi karyawan.

FOMO yang berlebihan dapat memicu:

  • Rasa cemas dan tidak puas terhadap pencapaian diri sendiri
  • Tekanan untuk selalu mengikuti tren, meski tidak relevan
  • Keputusan terburu-buru dalam karier atau kehidupan pribadi
  • Kelelahan mental karena merasa harus “selalu mengejar”

Alih-alih fokus pada proses dan tujuan pribadi, seseorang justru terjebak dalam standar orang lain. Akibatnya, apa pun yang dicapai terasa kurang, dan kepuasan diri menjadi semakin sulit diraih.

Lalu, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Menghindari FOMO sepenuhnya mungkin tidak realistis. Namun, kita bisa mengelolanya agar tetap berada dalam batas yang sehat. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:

1. Sadari bahwa FOMO itu wajar

Merasa tertinggal bukan berarti gagal. Akui perasaan tersebut tanpa menghakimi diri sendiri.

2. Hentikan perbandingan yang tidak perlu

Ingat bahwa setiap orang memiliki latar belakang, kesempatan, dan timeline yang berbeda.

3. Fokus pada tujuan dan proses pribadi

Alihkan perhatian dari pencapaian orang lain ke progres diri sendiri, sekecil apa pun itu.

4. Pilih informasi yang relevan

Tidak semua tren, peluang, atau pencapaian orang lain harus diikuti. Pilih yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan arah kita.

5. Gunakan FOMO sebagai bahan refleksi

Jika merasa FOMO, tanyakan pada diri sendiri: apa yang sebenarnya ingin aku kembangkan? Bukan untuk mengejar orang lain, tapi untuk bertumbuh.

Jadi, FOMO itu baik atau buruk?
Jawabannya tergantung pada bagaimana kita menyikapinya.

Dalam kadar yang tepat, FOMO bisa menjadi pemicu untuk belajar dan berkembang. Namun jika dibiarkan berlebihan, FOMO justru dapat menguras energi dan mengaburkan tujuan pribadi. Di tengah dunia yang bergerak cepat dan penuh perbandingan, penting bagi kita untuk tetap sadar bahwa setiap perjalanan memiliki ritmenya masing-masing.

Karena pada akhirnya, bukan soal siapa yang paling cepat sampai, melainkan siapa yang mampu berjalan dengan sadar, konsisten, dan sesuai dengan arah yang diyakini. 

Chat on WhatsApp