19 Mar
Hyper Mega Shipping meluncurkan strategi untuk meningkatkan kinerja bisnis di industri logistik
Jakarta – Hyper Mega Shipping (HMS), sebuah perusahaan freight forwarder internasional yang berbasis di Indonesia, telah mengungkapkan rencana strategisnya untuk meningkatkan catatan ekspor dan impor. CEO HMS, Reef Man, menguraikan tiga komponen utama yang penting untuk mencapai tujuan ini: inovasi, konektivitas, dan pemberdayaan dalam sektor logistik.
Terkait konektivitas, Reef Man mengungkapkan bahwa HMS berencana untuk berekspansi secara bertahap, dengan fokus pada pelabuhan utama seperti Singapura, Hong Kong, dan Busan.
Baca juga: Industri Logistik Indonesia Diprediksi Tumbuh Pesat, Hyper Mega Shipping Siap Hadapi Tantangan
"Pengembangan akan dilakukan secara bertahap. Karena HMS sudah memiliki cabang di Singapura dan Hong Kong, kami ingin memusatkan upaya pengembangan di sana terlebih dahulu. Namun, Amerika Latin dan AS juga merupakan pasar yang menarik," jelas Reef Man dalam acara Iftar HMS 2025 di Jakarta pada 12 Maret.

Untuk memperkuat kehadirannya di industri logistik global, HMS meningkatkan kolaborasi antarnegara sambil menawarkan harga yang kompetitif. Perusahaan freight forwarder ini juga akan menerapkan jaringan yang lebih efektif dan rute yang optimal dengan memanfaatkan transportasi udara dan laut, sehingga pelanggan dapat menikmati layanan yang lebih baik dengan waktu pengiriman yang lebih cepat.
Melanjutkan komitmennya terhadap inovasi di sektor logistik, HMS telah mengadopsi teknologi Electronic Delivery Order (EDO). Awalnya diperkenalkan untuk impor satu hingga dua tahun lalu, teknologi ini kini sedang dikembangkan untuk ekspor.
"Kami bertujuan untuk menyederhanakan proses logistik bagi pelanggan melalui penggunaan teknologi. Digitalisasi yang diwakili oleh EDO diharapkan dapat mempercepat dan memperlancar proses pengiriman," ujarnya.
Baca juga: Hyper Mega Shipping Perkuat Inovasi dan Jaringan Global
Selain itu, HMS berencana memberdayakan komunitas dan individu yang terlibat dalam industri logistik dengan mendukung mereka untuk mencapai potensi penuh mereka, sehingga perusahaan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pertumbuhan sektor logistik.
"Melalui komitmen ini, HMS optimis dapat memberikan layanan yang tidak hanya menguntungkan pelanggan tetapi juga memperkuat industri logistik nasional dan global," tambahnya.
Mengenai kinerja industri logistik, Reef Man mengungkapkan optimismenya terhadap industri ini, yang didorong oleh pertumbuhan sektor manufaktur di Indonesia.
"Indonesia tetap menjadi pasar yang menarik bagi investor, khususnya di sektor manufaktur. Misalnya, di Kendal, Jawa Tengah, persaingan tenaga kerja cukup ketat, sehingga menarik bagi investasi baru. Hal ini tentu berdampak positif pada industri logistik, karena mempermudah pergerakan barang masuk dan keluar dari negara," ungkap Reef.
Baca juga: Digitalisasi Hyper Mega Shipping Untuk Ekspansi dan Efesiensi
Selain itu, pasar Amerika Serikat diprediksi akan terus menawarkan prospek yang menjanjikan bagi industri logistik global. Dengan banyaknya peluang di masa depan, HMS yakin akan kemampuannya untuk berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian nasional.
Sumber:
https://heaptalk.com/industry/hyper-mega-shipping-unveils-strategy-to-boost-business-performance-in-logistic-industry/
